TURUT BERDUKACITA BERSAMA FRISKA ZAGOTO, MAHASISWA SEMESTER 8 ATAS MENINGGALNYA AYAH TERCINTA

Pada tanggal 7 Mei 2024, Civitas Akademika STP Dian Mandala Gunungsitoli, dikejutkan oleh berita duka dari keluarga Friska Zagoto, mahasiswa semester 8, karena ayahanda telah dipanggil Tuhan di Padang. Jenazah ayahanda Sdri. Friska Zagoto telah diberangkatkan dari Padang ke Nias pada tanggal 8 Mei dan tiba tanggal 9 Mei 2024 pagi hari di rumah keluarga di Stasi St. Teresia Bonia – So’onogeu, Paroki Santa Perawan Maria diangkat ke Surga Telukdalam luar kota.
Sebagai ungkapan turut berdukacita dari pihak STP Dian Mandala, telah diutus dosen dan mahasiswa ke rumah duka untuk melayat sekaligus berdoa serta memberikan penghiburan kepada keluarga Sdri. Friska Zagoto dan kakak sulungnya Nidarmawati Zagoto, yang adalah alumni STP Dian Mandala Gunungsitoli tahun 2022. Adapun utusan dari Kampus STP Dian Mandala dalam kegiatan melayat ini adalah 4 orang Dosen: P. Sergius Lay, OFMCap; Sr. Caroline Naibaho, KYM; ibu Leoni Luahambowo, M.Psi; dan ibu Martina Marbun, M.Hum; serta 14 orang mahasiswa semester 8 dan utusan dari Senat Mahasiswa (SEMA).

Setibanya di rumah duka, utusan STP Dian Mandala beristirahat sejenak, lalu melanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh P. Sergius Lay, OFMCap dan disusul dengan ucapan turut berduka cita oleh Sr. Caroline KYM dan dari mahasiswa. Setelah melaksanakan doa-doa di rumah duka, para dosen dan mahasiswa diundang untuk makan siang di rumah tetangga, dan setelah itu langsung bersiap-siap untuk kembali ke Gunungsitoli mengingat hari telah sore dan perjalanan yang cukup jauh.
Semoga dengan kunjungan ini, Sdri. Friska dan Nidar bersama keluarga besar tetap kuat dalam iman dan menerima peristiwa ini dengan hati yang ikhlas.
Selamat jalan ke surga Ama Nidar….

[13/05/2024, psl]

PERTEMUAN USKUP KEUSKUPAN SIBOLGA, BUPATI NIAS DAN DIRJEN BIMAS KATOLIK RI: RENCANA PENDIRIAN STP NEGERI DIAN MANDALA DI WILAYAH KABUPATEN NIAS

Malam tanggal 2 Mei 2024 adalah malam bersejarah bagi Gereja Keuskupan Sibolga. Manakala bangsa Indonesia tengah melewati euphoria perayaan Hari Pendidikan Nasional, Bupati Kabupaten Nias periode 2019 s/d 2024, menyerahkan 10 ha tanah kepada Dirjen Bimas Katolik Republik Indonesia Bapak Suparman demi pembangunan sebuah pusat pendidikan terpadu bagi putera-puteri bangsa Indonesia. Acara diawali dengan jamuan makan malam yang disediakan Pemkab Nias di pendopo Kabupaten Nias. Makan malam yang lezat, masakan khas Raja Koki Gunungsitoli, menjadi acara pembuka dari rangkaian acara penyerahan tanah tersebut.

Bapak Bupati dalam sambutan sebagai tuan rumah mengungkapkan isi hatinya bahwa beliau dengan lapang hati menyerahkan sekian hektar tanah kepada pihak Katolik. Ia percaya bahwa dunia pendidikan yang diselenggarakan oleh Gereja Katolik dalam kolaborasi antara pihak Keuskupan Sibolga dengan pihak pemerintah melalui Dirjen Bimas Katolik, dapat menjadi akses bagi pemberdayaan kaum muda sebagai manusia seutuhnya dan pada gilirannya dapat membawa perubahan dalam berbagai segi bagi masyarakat banyak. Sebagai daerah yang dikategorisasi sebagai wilayah 3T, dunia pendidikan dipercayai dapat menjadi jalan menuju perubahan. Sementara Dirjen Bimas Katolik, dalam sambutan balasannya memberi tekanan pada dua hal yakni kolaborasi dengan Universitas yang sudah ada, untuk saling bertukar mahasiswa-i sehingga saling memperkaya wawasan dan ketrampilan dan ingin menyelenggarakan pendidikan Katolik yang focus pada mengasa manusia yang tinggi intelektualitasnya dan tinggi pula karakternya.

Melanjutkan apa yang sudah diputuskan pada malam sebelumnya, di pagi hari tanggal 3 Mei 2024, Dirjen Bimas katolik berserta rombongan dari Jakarta dan Uskup Keuskupan Sibolga beserta rombongan STP Dian Mandala beraudiensi dengan Sekda Kabupaten Nias, Bapak Samson Zai di Kantor Bupati Kabupaten Nias.
Setelah barang 15 menit duduk berbincang di meja elips dan mendengarkan isi surat Bupati Kabupaten Nias, dikomandoi oleh Sekda Nias dan para jajaran Dinas yang terkait berserta Bapak Camat dan Kepala Desa, langsung turun ke lapangan untuk meninjau lokasi akan berdirinya “Situs Pendidikan Terpadu Katolik (Paud, TK, SD, SMP dan SMA Seminari serta Universitas Negri Katolik). Di lapangan penghibah tanah ke Pemkab Nias, telah hadir yakni A.I. Meni, tokoh masyarakat terkemuka pulau Nias.

Sebelum sayonara dengan Dirjen Bimas Katolik dan rombongan yang akan berangkat ke Jakarta, Pemkab Nias masih menjamu makan siang di rumah makan Hiliweito Gido. Sayonara … untuk yang terbang ke angkasa menuju Jakarta… selamat bekerja kepada yang tinggal demi mewujudkan mimpi menjadi kenyataan, mendirikan Universitas Negri Katolik yang menjadi Dian nan bercahaya bagi dunia kaum muda di masa depan dimulai dari hari ini. I have a dream. This is the first step towards realizing the dream … tepat di hari Pendidikan Nasional.

Sumber Berita: pdo

SOSIALISASI RENCANA ALIH STATUS STP-DM SEBAGAI PTK KATOLIK NEGERI OLEH DIRJEN BIMAS KATOLIK RI

Pada tanggal 1 Mei 2024, bertepatan dengan hari Buruh Internasional, Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Dian Mandala Gunungsitoli dikunjungi oleh Rombongan dari Dirjen Bimbingan Masyarakat Katolik Republik Indonesia. Adapun maksud dan tujuan kunjungan tersebut adalah “Sosialisasi tentang Rencana Perubahan Status STP Dian Mandala Gunungsitoli dari Perguruan Tinggi Swasta menjadi Perguruan Tinggi Negeri” di bawah naungan Dirjen Bimas Katolik RI.
Adapun yang hadir pada kunjungan tersebut adalah Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Bapak Drs. Suparman, S.E., M.Si., Direktur Pendidikan Katolik Bapak Dr. Salman Habeahan, S.Ag., M.M., Kasubdit Pendidikan Tinggi Bapak Yuven Sepur, S.Fil, M.Si., Sekretaris Dirjen Bapak Gregorius S.Fil, Ibu Adriana Damayanthi S.Kom, Pembimas Katolik Propinsi Sumatera Utara Bpk. Marihutua Pasaribu, S.Fil., Kasi Bimas Katolik Kota Gunungsitoli Bapak Setiawan Ndruru, S.H., dan Plt. Kasi Bimas Katolik Kabupaten Nias Bapak Robert Arozatulo Zebua, S.Ag.
Kegiatan sosialisasi diawali dengan sapaan pembukaan oleh Wakil Ketua bidang Akademik, Ibu Evimawati Harefa, S.Ag, M.Ag., dilanjutkan dengan Lagu Indonesia Raya, Doa Pembukaan oleh Dr. Alfons Seran, M.Th., Ucapan selamat datang oleh Ketua STP Dian Mandala, Dr. Dominikus Doni Ola, M.Th., dan Arahan dan Bimbingan dari Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Bapak Suparman S.E, M.Si.
Dalam sosialisasi tersebut, Ketua STP Dian Mandala dalam kata pengantarnya mengatakan bahwa “Di kepulauan Nias, masyarakat Katolik sangat membutuhkan pendidikan yang lebih berkualitas, mengingat beberapa Kabupaten Nias adalah daerah terluar, tertinggal dan termiskin. Hal senada juga dikatakan mewakili Pengurus Yayasan Budi Bakti Keuskupan Sibolga bahwa “Pendidikan di wilayah Keuskupan Sibolga sudah harus dikelola dengan baik. jika nanti suatu ketika STP Dian Mandala berproses menjadi Perguruan Tinggi Negeri, maka semoga STP Dian Mandala tidak ditinggalkan tetapi harus diperhatikan dengan baik”.
Setelah kegiatan sosialisasi tersebut, rombongan Dirjen Bimas Katolik beristirahat sejenak untuk makan siang dan istirahat. Pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 2-3 Mei 2024. Pertemuan tentang sosialisasi tersebut diakhiri dengan lagu Hymne STP Dian Mandala yang dinyanyikan oleh civitas akademika STP Dian Mandala Gunungsitoli serta Doa Penutup oleh Sr. Caroline Naibaho, KYM. (psl)

KERASULAN DOSEN DAN MAHASISWA STP DIAN MANDALA DI STASI ST. THOMAS ONODOHALAWA PAROKI IDANOGAWO

Lembaga Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Dian Mandala Gunungsitoli, pada hari Minggu, 28 April 2024 mengadakan kerasulan ke Stasi Santo Thomas Onodohalawa Paroki St. Petrus dan Paulus Idanogawo. Kerasulan ini sebagai bagian dari tekat Lembaga STP Dian Mandala untuk hadir di tengah-tengah umat Katolik, menjalankan tri dharma Perguruan Tinggi yaitu Pelayanan dan Pengabdian kepada Masyarakat, sekaligus memperomosikan lembaga STP Dian Mandala kepada segenap umat Katolik yang ada di Keuskupan Sibolga.
Adapun para dosen yang terlibat dalam kegiatan kerasulan Mingguan ini adalah Fr. Antonius P. SIpahutar CMM, Sr. Caroline Naibaho KYM, Ibu Martina Marbun dan P. Sergius Lay OFMCap. Sedangkan mahasiswa yang ikut dalam kerasulan ini berjumlah 22 orang.
Kegiatan kerasulan diawali dengan bincang-bincang bersama umat, Perayaan Ekaristi, Perkenalan Lembaga STP dan Promosi, serta ramah tamah di Rumah Lektor (pimpinan dewan Stasi), Bpk. Ama Kalvin Halawa. Dalam kata sambutan di Gereja maupun di rumah Lektor Ama Kalvin, pengurus Gereja mengharapkan agar kegiatan kerasulan seperti adalah hal baik agar umat katolik dapat mengenal lebih dekat STP Dian Mandala, serta memperkenalkan kepada anak-anak muda / OMK agar kelak dapat memilih lembaga STP Dian Mandala sebagai pendidikan lanjut mereka setelah tamat SMA / SMK.
Setelah acara ramah tamah di Rumah Lektor Stasi Ama Kalvin Halawa, para dosen dan mahasiswapun kembali ke Gunungsitoli untuk melanjutkan aktivitas mereka (psl).

Performance Perdana Sanggar Sohagaini STP Dian Mandala

Lomba Seni Tari Kreasi Tradisional Nias yang diselenggarakan oleh Taruna Merah
Putih Kota Gunungsitoli dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Agustus 2018 di Taman
Ya’ahowu. Kegiatan lomba tersebut diikuti oleh 21 Sanggar dari berbagai kelompok tertentu.
Salah satu di antaranya Sanggar Sohagaini STP Dian Mandala. Peserta Sanggar Sohagaini
tidak lain dari mahasiswa STP Dian Mandala yang telah dilatih jauh-jauh hari serta yang
memiliki bakat khusus dalam dunia seni tari. Sanggar Sohagaini telah menunjukkan
kebolehannya di hadapan juri, pejabat Pemerintah Kota Gunungsitoli, dan para hadirin saat
itu. Mereka menampilkan Tari Moyo yang telah dikreasikan dengan baik. Dalam event ini,
Sanggar Sohagaini merupakan performance perdana. Meskipun demikian, peserta penuh
dengan semangat dalam melestarikan kearifan lokal seperti yang tertera pada tema:
“Semangat Perjuangan Cintai Budayamu.”

Pelatihan Kurikulum 2013 (K-13)

Lembaga STP Dian Mandala sebagai wadah pendidikan, maka lembaga juga telah memikirkan masa depan mahasiswa sebagai tenaga pendidik. Oleh karena itu, lembaga menghadirkan ibu Dewi Sartika Simbolon, S.Ag., M.Pd., (Dosen UNIMED) sebagai narasumber dalam memberi pelatihan Kurikulum 2013 (K-13) kepada mahasiswa STP Dian Mandala Tingkat II yang berjumlah 62 orang. Beberapa dosen menjadi pendamping dalam pelatihan tersebut. Pelatihan K-13 akan berlangsung kurang lebih 4 hari yang dimulai hari Selasa, 22 Mei 2018 s/d Jumat, 25 Mei 2018 dengan bertempat di Auditorium STP Dian Mandala. Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa sebagai guru di masa depan, sehingga semakin mantap dalam melaksanakan tugas mengajar di dalam kelas sesuai dengan tuntutan dan karakteristik K-13 yang meliputi kompetensi lulusan isi, proses pembelajaran, dan penilaian. Besar harapan kita bahwa peserta pelatihan akan menjadi konsultan K-13 di mana pun berkarya nantinya. Pada akhirnya, terima kasih kepada pimpinan STP Dian Mandala yang telah memfasilitasi terlaksananya pelatihan ini.

Ikut Memeriahkan Pesta Nama Pelindung dan Paskah Paroki Roh Kudus Lahusa Gomo

Pada hari Minggu, 20 Mei 2018 Sivitas Akademika STP Dian Mandala terlibat secara penuh dalam memeriahkan Pesta Nama Pelindung dan Paskah Paroki Roh Kudus Lahusa Gomo. Kegiatan ini dilaksanakan di Helezalulu, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan yang dimulai dengan Perayaan Ekaristi dan dilanjutkan lomba vokal grup antar-stasi se-Paroki Roh Kudus Lahusa Gomo. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Dekanus-Dekanat Nias dan para Pastor lain sebagai konselebran, Bupati Nias Selatan beserta rombongan, dan seluruh umat di Paroki Roh Kudus Lahusa Gomo. Selain itu, beberapa dosen mendampingi mahasiswa STP Dian Mandala untuk menyukseskan acara tersebut. Tugas yang dihandel para mahasiswa adalah tarian, mazmur, dan paduan suara (kor). Tujuan dari keterlibatan Sivitas Akademika STP Dian Mandala pada waktu yang tepat itu adalah untuk bersatu dengan umat dan menampilkan wajah serta bakat-bakat yang dimiliki oleh mahasiswa.

Kerasulan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli

Oleh: Elisabet Subiati, S.S., Lic.Th.

(Dosen Tetap STP Dian Mandala)

Kerasulan di Penjara yang dilakukan dosen STP Dian Mandala (Elisabet Subiati, S.S., Lic.Th.) bersama beberapa mahasiswa. Kerasulan tersebut diwujudkan dalam bentuk Ibadat Sabda pada hari Minggu, 29 April 2018 yang lalu. Terkait dengan kegiatan kerasulan di LAPAS ini, salah seorang mahasiswa mengatakan bahwa kerasulan kali ini agak berbeda dari kerasulan-kerasulan yang biasa dilakukan di tengah-tengah umat, yakni di paroki dan di stasi. Mahasiswa yang lain mengungkapan demikian: “Tadi ketika mulai masuk ruangan rasanya tegang banget, tapi setelah berjumpa para Napi, berbincang-bincang dan beribadat bersama dengan mereka akhirnya apa yang dibayangkan tentang para Napi ditransformasi menjadi baru.”

Ibadat Sabda bersama para Napi dilaksanakan di dalam sebuah ruangan yang cukup terjamin dan nyaman, dilengkapi dengan sarana-sarana seperti orgen, dan sebagainya yang diharapkan akan membantu rehabilitasi dan pembinaan kembali para Napi. Ketika Ibadat Sabda dimulai, suster Elisabet mencoba membangun suasana yang diharapkan akan membantu para Napi untuk menyadari bahwa Allah adalah Bapa yang berbelaskasih, yang peduli dan tidak pernah meninggalkan. Allah yang kita panggil sebagai Bapa juga sedih melihat kemalanganmu, demikian suster Elisabet mengajak para Napi untuk membuka hati akan Sabda Allah yang akan dibacakan dalam Ibadat.

Ibadat Sabda kali ini berjalan dengan lancar. Para Napi tidak hanya ikut-ikutan saja dalam kegiatan ini, tapi mereka sungguh-sungguh mengikuti Ibadat, hal itu tampak nyata ketika suster Elisabet bertanya kalimat mana dari bacaan tadi yang masih Anda ingat? dua orang di antara para Napi mengatakan ini: “Akulah pokok anggur yang benar” dan “diluar Aku kamu tidak berbuah”. Akhirnya, suster Elisabet memulai renungannya dari kalimat yang diucapkan kua Napi ini. Dalam renungannya, suster Elisabet mengatakan bahwa Yesus bukan saja pokok Anggur yang abal-abalan atau palsu, tapi Ia adalah pokok Anggur yang Benar. Kebenaran Yesus terletak pada keinginanNya, supaya setiap ranting berbuah banyak. Namun, ada ranting yang tidak berbuah. Mengapa? Karena ada saluran yang tersumbat, maka supaya saluran lancar kembali apa yang perlu dilakukan? membuka sumbat. Diakhir renungannya ada dua niat yang ditawarkan oleh suster Elisabet, yang pertama mau mengampuni siapa saja dan yang kedua menolong siapa saja tanpa mengharapkan balasan.

Kegiatan di LAPAS tersebut dapat terlaksana berkat bantuan dari berbagai pihak, terutama terima kasih kepada para petugas LAPAS yang telah berkenan memberikan kesempatan untuk melakukan kerasulan dan juga terima kasih kepada bapak Sitepanus Zebua yang telah berkenan membantu kelancaran pelaksanaan tugas kerasulan ini. Ucapan terima kasih juga kepada mahasiswa, semoga pengalaman ini dapat menambah wawasan yang akan bermanfaat bagi Anda di masa sekarang maupun di masa mendatang.

Paskah Sivitas Akademika STP Dian Mandala Tahun 2018

Hari Sabtu, 28 April 2018, Sivitas Akademika dan alumni STP Dian Mandala melaksanakan paskah bersama di Taman Doa Bunda Maria. Perayaan paskah tersebut bertujuan untuk bersyukur atas kasih Kristus dalam karya masing-masing. Melalui momen paskah tahun 2018, kembali menggalakkan semangat bersama baik sebagai dosen, staf-pegawai, mahasiswa, dan alumni. Melihat peran alumni sungguh besar untuk almamaternya, maka lembaga STP Dian Mandala mengundang para alumni agar bersama-sama ambil bagian dalam perayaan paskah tersebut. Setelah selesai perayaan Ekaristi, maka dilanjutkan dengan ramah tamah. Dalam membuka kegiatan ramah tamah, sanggar STP Dian Mandala ikut memeriahkan, sekaligus sebagai penampilan perdananya. Demikian pula kegiatan dari masing-masing kelas mahasiswa ditampilkan dengan penuh semangat dan kreativitas. Pada kesempatan itu juga, alumni menyumbangkan buku kepada lembaga STP Dian Mandala sebagai bukti kepeduliannya untuk almamaternya.

Public Hearing: Masihkah Adat Membelenggu?

Pada tanggal 20 April 2018, dosen STP Dian Mandala (Elisabet Subiati, S.S., Lic.Th. dan Evimawati Harefa M.Ag.) mengikuti public hearing/dialog interaktif dengan tema: Masihkah Adat Membelenggu? Potret perempuan dalam adat/budaya Nias terkini yang dilaksanakan oleh Yayasan Holiana’a dalam rangka merayakan hari Kartini tahun 2018. Pertemuan ini mendialogkan masalah yang dihadapi oleh wanita Nias khususnya berkaitan dengan masalah adat.
Berdasarkan pengalaman yang disampaikan oleh para peserta sebagian mengatakan bahwa adat tidak membelenggu perempuan saat ini, dengan alasan bahwa ada banyak perempuan yang sudah sekolah dan menjadi pemimpin saat ini. Akan tetapi, sebagian juga mengatakan bahwa adat masih sangat membelenggu perempuan Nias sampai sekarang. Hal ini dapat dibuktikan dari sistem budaya yang tidak mewarisi harta kepada perempuan, “Bowo” ditentukan berdasarkan jenjang pendidikan seorang anak perempuan tidak diperkenankan mengambil keputusan dalam upacara adat “huhuo hada”, perempuan memiliki tugas multi ganda dibandingkan dengan peran laki-laki, otonomi dalam diri perempuan kurang, dan masih banyak lagi praktek-praktek yang mendiskriminasikan perempuan. Singkatnya, hal demikian terjadi karena sistem patriark yang masih sangat melekat dalam budaya orang Nias.
Menyikapi hal tersebut, peserta mengusulkan beberapa saran sebagai rencana tindak lanjut, yaitu: Mengubah “Fondrako” (sistem adat yang sudah disahkan), mensosialisasikan hasil kegiatan kepada masyarakat umum, menulis buku tentang gender, dan membentuk tim kerja untuk seminar hasil pertemuan yang akan dilaksanakan tahun depan.